April 30, 2021

Profil Kang Sugianto, Ayah Milenial
Kang Sugianto Ayah Milenial
Apakah kita pernah berpikir bahwa sudahkah kita menjadi manusia yang berguna? Mengingat nabi kita, Muhammad Shallallahu alaihi wassalam, bersabda: 

bahwa manusia yang baik adalah manusia yang bisa berguna untuk manusia yang lain. 
Apalagi di masa-masa pandemi begini. Di rumah saja membuat jeda yang bingung akhirnya bengong. Tapi tidak salah kok, kalau bengong memikirkan ‘sudahkah kita jadi manusia berguna’. Jenis bengong seperti ini positif, sebab ia bisa jadi bahan untuk refleksi diri.

Nyatanya, jadi manusia yang berguna itu tidak susah kok. Tidak perlu ketinggian bak superhero. Tak perlu menunggu jadi orang kaya raya dulu. Ada hal-hal kecil yang mungkin disepelekan tapi hal itu yang membuat kita masuk kategori jadi manusia berguna. Coba Anda perhatikan profil teman saya bernama Kang Sugianto (bisa cek di profil pribadinya http://www.ayahugiparenting.com/ dan IG @ayahugiparenting dan @kangsugianto). Teman komunitas saya ini (ya, kami belum pernah ketemu secara langsung, mudah-mudahan suatu saat bisa bertemu), beliau telah melakukan contoh-contoh yang bisa diambil untuk menjadi manusia yang berguna. 

Lewat tulisan ini mohon maaf ya , kang Sugianto saya sudah ambil fotonya hehehe. Dapat dari akun IG-nya.
makanan sayur
Slurrrp...mantaps!

Gambar di atas ini dari akun Kang Sugianto @ayahugiparenting. 

Saya pikir sebelumnya kalau Kang Sugianto ini sebagai ahli parenting atau ilmu cara mengasuh dan mendidik anak. Tapi tak cukup itu saja, rupanya mencangkup lainnya. Mungkin Kang Sugianto seorang pribadi yang memiliki expertise dibanyak hal atau bidang tertentu. Meskipun saya tak pernah berjumpa dengan Kang Sugianto, beliau berada di satu komunitas bernama TJI, dan melalui IG dan tulisan-tulisannya, saya menilai beliau ini jiwa sosialnya tinggi. Selain itu energik, semangat, dermawan dan mungkin beberapa kebaikan lainnya yang belum saya ketahui. 

Dari gambar di atas itu, ada caption atau penjelasan kandungan gizi pada sawi putih, begini kutipan captionnya: 

Ada yang tahu sawi putih? Sawi putih ini menu sayuran favorit di keluarga @ayahugiparenting. Termasuk juga saat berbuka puasa. Sayur ini tetap hadir. Saya sendiri suka sayur ini semenjak menikah. Istri saya suka sekali memasaknya. "Sayur ini bagus untuk pencernaan," ujarnya suatu waktu. Saya pun mencobanya. Rasanya enak, lembut saat dikunyah. Tak hanya menikmatinya, saya juga mencari informasi berkaitan dengan manfaat dari sawi putih ini. Ternyata banyak sekali kandungan nutrisi dan manfaatnya. Ini dia parents, manfaat dari sayur sawi putih yang perlu diketahui, seperti dikutip dari laman alodokter sebagai berikut: 

1. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh Sawi putih mengandung vitamin C. Vitamin C bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas. 

2. Menjaga kesehatan mata Tak hanya meningkatkan sistem imunitas tubuh, sawi putih juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata. 

3. Menyehatkan saluran pencernaan Serat yang terkandung di sawi putih efektif untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan, karena serat di sawi putih dapat meningkatkan pergerakan usus yang akan membantu mengatasi sembelit dan konstipasi. 

4. Mengontrol tekanan darah Kandungan kalium yang terdapat di sawi putih dapat membantu mengontrol tekanan darah. 

5. Meningkatkan kesehatan tulang Sawi putih juga berguna untuk menjaga kesehatan tulang, karena kalsium dan vitamin K yang terkandung di sawi putih akan menjaga kepadatan tulang sekaligus mencegah osteoporosis. 

Bagaimana parent? Banyak sekali manfaaatnya bukan?

__________________________________
Ya, tentu saja bermanfaat banget! Yang datang kemudian pertanyaan:


Seberapa seringkah kita membagikan ilmu dengan orang lain di sekitar kita? 
Memang terdengar klise ya pertanyaan ini, tapi jangan remehkan kegiatan berbagi ilmu ini. Ada beberapa manfaat yang bisa diraih dari berbagi ilmu ini. Diantaranya tentu saja membuat orang lain merasa senang, kemudian membuat kita merasa lebih dekat dengan mereka. Berbagi ilmu disertai berlaku baik dan murah hati juga akan meningkatkan hubungan sosial yang lebih erat. Ya, meskipun saya tak pernah berjumpa dengan Kang Sugianto, saya merasa dekat dengan manuver-manuver ilmu beliau di medsos dalam berbagi ilmu parenting dan ilmu apa pun yang berguna.

Menulis, berkarya, dan berdesain, itulah yang saya nilai dari Ayah Milenial ini. Kegiatan-kegiatan kreatif ini sangat bermanfaat, dan saya pribadi mengalami efek positifnya dari menulis, berkarya, dan berdesain salah satunya adalah orang lain yang melihat kita akan menilai sebagai seorang expert dibidangnya. Jadi, semakin kita produktif berkarya atau berbagi ilmu, kesempatan orang lain dalam melihat kita sebagai seorang expert pun meningkat. Ini bisa saja membuka berbagai peluang yang tidak pernah kita duga sebelumnya, seperti membuka kesempatan kerja atau ajakan untuk berkolaborasi dalam produksi suatu karya. Nah, karena menulis pula saya akhirnya dapat ajakan kerja sama dengan berbagai kalangan dan sekarang masih proses menulis buku biografi. Pun karena berkarya, maka Kang Sugianto tertulis di sini dan mungkin pernah diundang sebagai narasumber. 

Saya pernah membaca dari suatu artikel bahwa dengan berbagi ilmu maka ingatan kita semakin tajam banget. Dengan terus berbagi dan memberi penjelasan kepada orang lain, ini akan membantu kita mengingat dan memahami ilmu dengan baik. Jadi keingat dengan kata-kata dari seorang tokoh di Batu, Jawa Timur (yang sedang saya tulis biografinya) kata beliau hukum timbal balik itu ada, dalam pitutur Jawa disebutkan: 

“Ngunduh wohing pakarti.” 
Maknanya apapun wujud kehidupan manusia yang dijalani, baik atau buruk, semua itu adalah hasil dari perbuatannya sendiri, dan kembali kepada mereka sendiri. Nah, tentunya Kang Sugianto merasakan timbal balik ini.


Berbagi ilmu seperti Kang Sugianto bukan justru berkurang ilmunya, malah membuat ilmunya terus tumbuh dan berkembang. Kenapa bisa begitu? ya bisa saja, sebab beliau bisa jadi akan mendapatkan berbagai ilmu atau wawasan baru dari orang lain yang beliau ajarkan.

Nah, itu tadi beberapa alasan kenapa kita perlu berbagi ilmu dengan orang lain. Dampak positif terhadap orang lain dapat begitu pula kita pun dapat juga. Yuk, tiru Kang Sugianto, Ayah Milineal itu seperti itu!

 
Semangat karena berbagi itu indah!
semungutsss

Gemar menulis dan membaca dua aktivitas ini yang menjadi kendaraan saya menjadi penulis, untuk menambah kenalan di Tanah Air maupun luar negeri, yang punya passion sama dibidang literasi.

6 Comment:

  1. MasyaAllah... Semangat berbagi itu bisa menambah tajamnya keilmuan kita 🤩 saya seneng banget baca tulisan kang saad. Di artikel ini, cerita kisah perjalanan hidup seorang ayah millenial yang menginspirasi melalui blog dan media sosial. Menambah semangat buat terus berbagi!

    BalasHapus
  2. Betul. Jangan takut berbagi materi maupun ilmu. Tidak akan berkurang sedikit pun dari kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Justru semakin bertambah kalau dibagi-bagi.

      Hapus
  3. Masya Alla, terima kasih ayah Saad. Semua belajar dari ayah Saad yang banyak melintangbdi dunia kepenulisan dan tentu dengan karya-karyanya yang luar biasa memberikan kontribusi dalam dunia literasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Akhirnya, yang dirasanin datang langsung nih....

      Hapus

Contact

Kirim saya Email

Hubungi

ContactInfo

Secara etimologis, kata literasi (literacy)berasal dari bahasa Latin “literatus” yang artinya adalah orang yang belajar. Literasi erat hubungannya dengan proses membaca dan menulis. Namun, seiring berjalannya zaman, literasi mengalami perkembangan definisi yang baru, diantaranyaliterasi sains,literasi digital,literasi numerasi, literasi finansial, literasi budaya dan kewargaan. Khusus di website ini, membahas tentang literasi baca dan tulis atau manfaat berjejak hidup lewat kata.

Alamat:

Jln. Sunan Bonang No. 42A, Jember.

Phone:

+62 812 3254 8422

Email:

admin@mediapamungkas.com