Februari 24, 2021

Bincang Kreativitas Anak Bersama Pegiat Literasi
literasi anak
23/2/2021. Selasa jam 10.00. Bertempat di Pujasera Ruang Micro, Jalan Tidar, yang menjadi titik temu kami bertiga (Mas Gunawan, Mas Gusnov, dan Saad) serta menunggu kedatangan Pak Narno Nadias dan teman-teman yang dijanjikan akan datang sekitar jam 13.00.

“Pak Narno Nadias itu gurunya Mas Gunawan,” terang Mas Gusnov.

Sambil menunggu, kami memesan menu nyeruput yang masing-masing berbeda; susu hangat, madu jahe, dan es alpukat.

Perbincangan ringan dimulai dengan tema seputar kreativitas anak. Rayya, anak dari Mas Gunawan, punya daya kreatifitas melukis yang tinggi pada usia dini, tepatnya usia 10 tahun atau kelas 4 SD. Bupati Faida pernah terpukau oleh hasil lukisan Rayya ketika dalam acara "Jember Menuju Kabupaten Layak Anak". "Mau dikontrak Bu Faida, tapi kok dilalah..." seloroh Mas Gunawan, tak diteruskan, tapi kami tahu. Jabatan Faida sebagai bupati Jember resmi berakhir.

Sebenarnya bakat atau minat melukis Rayya sudah terbentuk dari usia 3 tahun. Seiring menanjaknya usia Rayya, hasil lukisannya pun semakin berkembang baik. Ini tak lain karena peran orang tua. Ayahnya pernah berdialog kecil dengan Rayya ketika masih kaku lukisannya, dengan mengarahkan melukis dengan berbagai sisi yang berbeda-beda tanpa ada kesan menggurui.

Le kamu kalau menggambar kucing kok sama terus. Coba gambar dari arah yang berbeda, dari samping kiri-kanannya, depan-belakangnya, dari atas juga bisa,” terang Pak Gunawan.

Mas Gunawan percaya imajinasi anaknya dalam taraf demikian sudah mengarah pada kemampuan kreativitasnya dalam berpikir. Hasilnya bisa dilihat ketika Rayya semakin tumbuh, ia bisa berinovasi dan kreatifitasnya meningkat. Dialog tanpa ada kesan menggurui rupanya bisa menumbuhkan pemahaman dalam cara berpikir. Tidak cuma dari segi intelektual saja yang berkembang, tapi juga melatih kemampuan berbahasa sehingga dapat semakin baik dan logika berpikirnya semakin tajam.

“Pernah, suatu ketika rambut Rayya sudah dipotong pendek, sesuai anjuran sekolah. Tanpa saya duga-duga Rayya menghampiri seorang guru dan berkata, ‘saya sudah potong rambut, apa kompensasinya?’ waduh, guru itu langsung diam, dan beredar masuk ke ruang guru,” terang Mas Gunawan, sambil ketawa.
pegiat literasi di jember
Mas Gunawan.

Catatan penting dari Mas Gunawan adalah jangan memberi komentar negatif terhadap karya anak kecil. Tanggapan jelek sangat berpengaruh terhadap imajinasi anak. Misalnya, mengarahkan anak melukis dengan keinginan orang tua, menyalahkan warna yang dibubuhkan anak di kertas saat melukis, dan aturan-aturan lainnya.

Teruntuk orang dewasa, lebih baik berhenti mencoba membuat anak-anak melihat dunia dari sudut orang dewasa.

“Sebab anak punya dunia sendiri dan mereka sedang berproses,” - Mas Gunawan.

Penasaran dengan hasil karya Rayya, anak 10 tahun dengan bakat melukis? Berikut ini gambar-gambarnya:
literasi anak jember
Photo: Gunawan Trip.

literasi anak jember
Photo: Gunawan Trip.

literasi anak jember
Photo: Gunawan Trip.

literasi anak jember
Photo: Gunawan Trip.

literasi anak jember
Photo: Gunawan Trip.

gambar literai
Photo: Gunawan Trip.
gambar literai
Photo: Gunawan Trip.

gambar literai
Photo: Gunawan Trip.

Gemar menulis dan membaca dua aktivitas ini yang menjadi kendaraan saya menjadi penulis, untuk menambah kenalan di Tanah Air maupun luar negeri, yang punya passion sama dibidang literasi.

24 Comment:

  1. saaya ada pertanyaan, saya punyak anak usia 3 tahun lebih tepatnya mau menginjak usia 4 tahun anak saya ini suka sekali dengan komputer apakah perlu saya mengajarkan koding untuk anak saya,? terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belajar coding tidak masalah. Tapi dengan catatan asal anak itu bersedia dan mau. kalau misalnya tidak berminat, ayahnya mencari potensi selain itu, jika potensi itu nampak, coba beri dia fasilitas.

      Hapus
  2. cukup menginspirasi untuk pendidikan anak anak kita
    btw keren ya gambar nya berkarakter bget

    salam
    boleh mampir blog baru masih bayu www.asep-saepuloh.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tulisan ini bisa diadobsi untuk mengajar anak Kang Asep.

      Demi generasi depan yang gemilang.

      Hapus
  3. cukup menginspirasi untuk pendidikan anak anak kita
    btw keren ya gambar nya berkarakter bget

    salam
    boleh mampir blog baru masih bayu www.asep-saepuloh.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau tertarik untuk kerja sama bisa saya hubungkan dengan mas Gunawan Trip....

      Hapus
  4. Mantap gam. Mampir balik dan komen yoo

    https://newsartstory.blogspot.com

    BalasHapus
  5. Ini anak saya kalau pelajarin sesuatu cepet nangkep, pengennya sih biar pinter syareat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, pelan-pelan saja. Yang penting kita memberi contoh. Nanti pasti berlahan anak kita akan mencontoh apa yang kita buat.

      Semoga berhasil...

      Hapus
  6. mantep banget bisa di jadiin karya nih kalo di buat di komputer

    BalasHapus
    Balasan
    1. dioptimalisasi ya...
      Iya, pasti itu. Misal di photoshop, gambar yang udah bagus kemudian diperbagus lagi, apa tidak luas biasa hasilnya?

      Hapus

Contact

Kirim saya Email

Hubungi

ContactInfo

Secara etimologis, kata literasi (literacy)berasal dari bahasa Latin “literatus” yang artinya adalah orang yang belajar. Literasi erat hubungannya dengan proses membaca dan menulis. Namun, seiring berjalannya zaman, literasi mengalami perkembangan definisi yang baru, diantaranyaliterasi sains,literasi digital,literasi numerasi, literasi finansial, literasi budaya dan kewargaan. Khusus di website ini, membahas tentang literasi baca dan tulis atau manfaat berjejak hidup lewat kata.

Alamat:

Jln. Sunan Bonang No. 42A, Jember.

Phone:

+62 812 3254 8422

Email:

admin@mediapamungkas.com