Desember 18, 2020

Relasi dengan Pegiat-Pegiat Literasi
lanching-rumah-literasi-jember-rli-gandeng-bank-sampah-inisiasi-kampoeng-recycle
Saya punya koneksi atau kenalan dengan tokoh literasi. Mengenal mereka memang banyak manfaatnya, diantaraya menambah pengalaman dan memperkaya sudut pandang saya dalam meniti di jalan literasi ini. Saya bersyukur, meskipun mereka senior dan superior dalam hal pengalaman dan berkarya dibanding saya, tapi mereka rendah hati menyambut kedatangan saya dan menerima saya sebagai teman literasi mereka. 

Siapa sajakah mereka?

Ipnu Rinto Noegroho
Mas Ipnu—begitu saya memanggilnya—adalah penulis novel best seller "3 Pocong Idiot", bahkan sudah difilmkan dibintangi Joshua dan kawan-kawan. Beliau adalah guru dan mentor menulis pertama saya yang low profile dan rendah hati. Beliau ibaratnya seperti hujan di saat kemarau yang panjang. Sebab saya sudah lama ingin mencari mentor menulis, tapi silih berganti mendapatkan informasi penulis namun tak ada respon atau ada respon tapi lama sekali membalasnya (sampai berhari-hari). Sehingga bertemu dengan Mas Ipnu yang responnya cepat sekali membalas chat saya kala itu. Dari beliau pula saya dapat pelajaran bahwa alangkah baiknya jika kita menjadi penolong bagi orang lain yang sangat membutuhkan, apalagi sejalur; literasi.

tak-sekadar-menggairahkan-semangat-baca-tapi-juga-mengajari
Sosok guru pertama saya dibidang literasi, Ipnu Rintoe Nugroho


Ahmad Tohari

Siapa pun yang bergiat di dunia literasi pasti mengenal penulis Ahmad Tohari. Karya-karyanya sering terpampang di toko-toko buku. Salah satu karya masterpiece-nya "Ronggeng Dukuh Paruk" telah terbit dan diterjemahkan dalam bahasa Jepang, Jerman, Belanda dan Inggris. Beliau pernah men-endorsment karya tulis saya dua kali, yakni di kumpulan cerpen “Hilang Setengah” dan biografi dari Iman Suligi, “Koeng: Meniti Jalan Literasi.”

literasi+jember&rlz=1C1AVFC_enID914ID914&oq=literasi+jember&aqs=chrome..69i57.2953j0j7&sourceid
Ahmad Tohari bersama buku "Hilang Setengah"

literasi-Jember
Ahmad Tohari bersama buku "Koeng: Meniti Jalan Literasi"


Iman Suligi

Beliau adalah pendiri Kampoeng Batja (Taman Bacaan Masyarakat), perpustakaan yang esklusif di kota Jember, Jawa Timur. Saat saya membuatkan biografi mengenai beliau, sungguh kisah hidup beliau menginspirasi saya, bahwa sebelum kita mengangkat tangan dan menyerah kalah, ingatlah lagi jerih payah yang telah Kung Iman lakukan untuk mendirikan Kampoeng Batja. Dari perpustakaan keliling, yang akhirnya sekarang menjelma menjadi perpustakaan besar dan ekslusif dengan tatanan yang unik. "Koeng: Meniti Jalan Literasi" adalah judul kisah Iman Suligi dari lahir hingga sukses mendirikan TBM.

literasi-Jember
Iman Suligi menjadi sosok insprirasi bagi saya.


Hermawan Septian Abadi

Pak Hermawan adalah founder Penerbit Pustaka Abadi. Penerbit indie di Jember yang pertama kali saya pakai jasanya. Beliau adalah orang yang berjasa bagi saya, sebab memberi jalan mulus untuk menerbitkan karya saya yang pertama di penerbitnya. Dengan pelayanan yang baik dan ramah.

literasi-Jember
Seorang pemuda bertalenta dibalik Penerbit Pustaka Abadi.


Rizem Aizid

Suatu keberuntungan bagi saya bisa mengenal Mas Rizem, ia adalah eks penulis top Diva Press dan pernah juga mendapatkan penghargaan dari perpusnas karena tulisannya berpengaruh. Saya sering kecipratan ilmu ketika berjumpa dan berbincang dengannya. Utamanya ilmu mengenai percetakan buku, karena dia adalah sosok dibalik Penerbit Nur Media. 

literasi-Jember
Pengetahuan dunia percetakan buku saya dapat dari Mas Rizem.


Heru Sang Amurwabumi
Lelaki pecinta Wayang Kulit yang akrab saya panggil dengan Mas Heru. Beliau adalah emerging writer di Ubud Writers dan Founder Sekolah Menulis Nganjuk.

literasi-Jember
Mas Heru yang kini sudah punya komunitas literasi sendiri. Sukses!


Prita HW

Mbak Prita menjadi sosok yang menginspirasi bagi saya. Kenapa? Beliau tetap saja meneruskan passion literasi dengan manuver-manuver anti pesimis di media sosial, seperti whatsApp, Facebook, Instagram dan lain-lain. Padahal beliau adalah young mom memiliki dua anak yang masih kecil-kecil (tahun 2020), tapi beliau menyempatkan menanggapi rekan-rekan literasi. The Jannah Institute adalah grup yang didalamnya menampung insan-insan yang cinta literasi, pendirinya tak lain adalah Mbak Prita.

literasi-Jember
Mbak Prita super mom bersama buku "Koeng: Meniti Jalan Literasi"


Anwar Sadat

Saya baru tahu nama aslinya Anwar Sadat, itu ketika saya punya proyek dengannya membuat buku antologi cerpen. Mas Aan—begitu panggilan akrabnya—bagian mendesain sampul buku. Anda bisa melihat keindahan lukisannya di buku “Gugusan Mimpi Pemuda Negeri”. Dia hampir setiap hari mengapresiasikan kreativitasnya melalui kertas gambar. Dia berbakat melukis tak hanya beberapa aliran saja, bahkan bermacam-macam aliran seni lukis. Bisa berkenalan dengannya adalah keberuntungan bagi saya, mengingat dia juga sama-sama berdomisili di Jember, sama seperti saya. Jadi komunikasi dalam kerja sama lebih mudah apabila satu kota. Berharap ke depan saya bisa berkenalan dengan anak Jember yang bisa diajak kerja sama. 

literasi-Jember
Mas Aan diberi anugerah dengan tangan yang terampil melukis/menggambar.


Achmad Adro’i Zaini

Dia adalah layouter freelance yang pernah satu kos dengan saya di Sorowajan, Yogyakarta. Dia sudah menunjukkan kemampuan terbaiknya saat saya bekerja sama dengannya. Hasil layouter sentuhannya memenuhi ekspektasi saya seperti saat menglayout kumpulan cerpen “Gugusan Pemuda Anak Negeri”. Bertanggung jawab atas pelayanannya. Bahkan ketika tugasnya sebenarnya sudah selesai dengan honor yang sudah diterima, tapi dia ingin memastikan bahwa hasil layouternya tak ada masalah, dengan bertanya kekurangan-kekurangan apabila ada.  

Sony Adams
Pria kelahiran 1988, lulusan fakultas sains di Universitas Gadjah Mada. Sekarang (dari tahun 2016 sampai 2020) dipercaya oleh penerbit mayor Anak Hebat Indonesia sebagai konseptor dan editor. Dia pernah menjadi editor naskah cerpen saya di antologi cerpen “Cinta yang tak Terucap”.

Annisa Nadiarachma
Dia founder sebuah penerbit indie bernama Anara Publishing House, yang didirikan pada tahun 2018. Dedikasinya terhadap literasi begitu tinggi. Sebagaimana pernah saya dibuatkan sebuah cover buku yang bagus gratis tak dipungut biaya. Dia juga memiliki rasa empati dan simpati tinggi terhadap kaum disabilitas. 

Jauza
Sosok yang mencintai anak-anak dan yang terpenting adalah dia tidak membeda-bedakan kasih sayangnya walaupun itu terhadap anak orang lain. Anak-anak sudah seharusnya mendapatkan kasih sayang dari siapa pun, tak hanya dari orang tuanya saja. Begitulah yang Jauza lakukan dengan mengajar agama dan mengaji tanpa dipungut biaya. Adakalanya darinya pula muncul ide-ide yang brilian, diantaranya adalah literasi untuk anak kecil.

Pemuda-Pemudi BSSB (Bincang Seru Seputar Buku)
BSSB adalah komunitas yang baru saja lahir ditahun 2020. Meski tergolong baru, tapi anggotanya semangat dalam berliterasi. Kehadiran komunitas yang diisi oleh rata-rata pemuda-pemudi menjadi semangat baru untuk sama-sama berjuang dalam satu tujuan yang sama. Komunitas BSSB adalah grup diskusi dan berbagi mulai dari konsep literasi dan potensi-potensi disetiap peserta, sampai kepada praktik dan menjalin kerjasama dalam pembuatan buku. Saya terkesima oleh karya-karya mereka. Siapa sajakah mereka? 

Deviana Putri Sadikin
Rose Tam
Sella Gurana
Feni Sari Afriani
Arinal Haq
Melanie Ramdhini Prasetya
Inda Ayu Ningsi
Indah Az-Zahrah
Kirana Almira Subyakto
Ade Mei Nurul M.
Yulia Hidayat
Dwi Akhiriani Ramadani
Choirul Anam F.R.
Winda Lisna Aprilia
Puan Fitri Humairoh Siagian
Hanundita Salma

Gemar menulis dan membaca dua aktivitas ini yang menjadi kendaraan saya menjadi penulis, untuk menambah kenalan di Tanah Air maupun luar negeri, yang punya passion sama dibidang literasi.

12 Comment:

  1. Membacanya ini saya jadi pengen kayak mereka semua... 🥺🔥🔥

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah ternyata ada namaku😁😁

    BalasHapus
  3. Waaaaaah masyaAllah banyak sekali kenalannya di bidang literasi. Bisa dong saya dikenalin juga hehehe

    BalasHapus
  4. Luarbiasa semangat menulisnya pak Sa'ad, para senior diangkut disini dibuat artikel yg kaya makna. Semoga nular mendatangkan byk relasi pecinta literasi. Ggod jobs

    BalasHapus
    Balasan
    1. Doa Anda, kembali untuk Anda.

      Terima kasih, Kak!

      Hapus
  5. KEren-keren yang di bahas aku jadi penasaran pengen baca Ronggeng Dukuh Paruk...^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Ros tidak rugi kalau Ronggeng Dukuh Paruk dijadikan wishlist, dari review saya, tulisan Ronggeng Dukuh Paruk ini bahasanya kontemporer dengan bahasa yang sastrawi padahal yang diceritakan adalah penduduk desa dan seisinya. Sebagaimana nama Srintil, yang sangat 'ndesit', tapi pemaparannya justru mungkin luput dari pandangan kita yang tinggal di kota.

      Hapus
  6. masyaaAllah ada saya, terimakasih apresiasinya Mas Saad. Sangat beruntung bisa mengenal seluruh kawan2 literasi yg luar biasa ini, saya jadi de javu dengan awal2 saya terjun di dunia literasi, mas. Berkenalan dgn tokoh2 hebat selalu penuh dgn pembelajaran, kesempatan, dan pengalaman baru. MasyaaAllah bisa mengenal Ahmad Tohari secara langsung, masih jadi wishlist nih buat baca Ronggeng Dukuh Paruk. Barakallahu Mas Saad, ga sabar untuk kolaborasi selanjutnya, insyaaAllah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, mbak. Mbak ada di list sebab menurut saya mewarnai sekali terhadap perjalanan kepenulisan saya. Apalagi Mbak Prit mengusung tema blog walking.

      Mengenal Ahmad Tohari, berawal ketika saya merantau di Kota Gudeg. Di sana secara tak sengaja saya sempat kos di rumah adik dari Ahmad Tohari, namanya Bu Muhiddin. Padahal awalnya penulis yang saya ingin temui itu Ipnu Rinto Nugroho. Rezeki besar bagi saya. Hehe.

      Hapus

Contact

Kirim saya Email

Hubungi

ContactInfo

Secara etimologis, kata literasi (literacy)berasal dari bahasa Latin “literatus” yang artinya adalah orang yang belajar. Literasi erat hubungannya dengan proses membaca dan menulis. Namun, seiring berjalannya zaman, literasi mengalami perkembangan definisi yang baru, diantaranyaliterasi sains,literasi digital,literasi numerasi, literasi finansial, literasi budaya dan kewargaan. Khusus di website ini, membahas tentang literasi baca dan tulis atau manfaat berjejak hidup lewat kata.

Alamat:

Jln. Sunan Bonang No. 42A, Jember.

Phone:

+62 812 3254 8422

Email:

admin@mediapamungkas.com